saat terakhir kita di ujung jalan ituu,
kuputuskan jika hari itu adalah hari yg tepat.
setelah kejenuhan mencapai puncak tertingginya.
maaf, tak bsa kuteruskan.
ku pilih jalan masing* utk menempuh hidup.
karna baru kusadar, bahwa kita tak pernah sejalan.
terimakasih, terimakasih banyak atas senyum terakhir yg kau beri di ujung jalan itu.
kelak mungkin kan kurindukan.
terimakasih atas kesediaanmu berbesar hati utkku,
meski ku tau ini sangat sakit bagimu, kau tetap tersenyum dalam air matamu yg deras mengalir.
hingga aku pergi memilih jalan berbeda.
aku tak sanggup memandangmu lg.
maafkan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar